Minggu, 10 April 2011

KEHIDUPAN FINASIAL RASULULLAH SAW


oleh. Achmad Gozali, Perencana Keuangan Syariah Safir Senduk & Rekan



Rasulullah SAW pernah alami masa kaya raya, biasa-biasa saja, sampai masa sulit sekalipun.
yang kita contoh bukanlah kekayaannya, bukan juga kemiskinannya. yang kita contoh adalah sikap beliau terhadap harta, baik ketika beliau kaya, maupun saat beliau kekurangan harta.

saat miskin, ia tetap sabar dan menjaga kehormatan, tidak pernah minta. pernah perutnya diganjal batu agar bisa tetap tegak dengan perut kosong. saat kaya raya, Rasulullah sedekah luar biasa sampai ada yang bilang, "ia memberi seperti orang yang tidak takut miskin". dalam kondisi normal, ia hidup bersahaja walaupun sebagai kepala negara. tidurnya pun di atas pelepah kurma yang berbekas di punggungnya.

SEJARAH RASULULLAH DARI KACAMATA FINANSIAL

USIA 12 TAHUN - MAGANG
sudah mulai berdagang dengan magang pada pamannya. tidak tanggung-tanggung, bukan hanya perdagangan biasa yang dijalaninya. tapi perdagangan manca negara di mana hal ini nantinya akan membantu dakwahnya di kemudian hari.

USIA 17 TAHUN - MUDHARIB
memutuskan hidup mandiri, karena pamannya sendiri punya banyak anak dan kebutuhan. ia berdagang sendiri sejak itu.
julukan al amin (yang dipercaya) diperoleh dari mitra bisnis dan penduduk Mekkah karena perilakunya yang terpercaya, tidak pernah bohong. Beliau sebagai MUDHARIB (pengelola asset) dari para pemodal yaitu orang-orang kaya di Mekkah dan kelola harta anak yatim yang dikembangkannya.

bukan cuma berdagang di Mekkah, perdagangan internasional ke seluruh semenanjung Arab dilakoni pada usia sangat muda. kesuksesannya dalam bisnisnya telah mendatangkan keuntungan yang  tidak sedikit untuk dirinya dan para pemodalnya. yang bernama Khadijah. Bonus pun diberikan atas keberhasilannya.

Kemahirannya dalam mengelola bisnis membuatnya diperhatikan oleh Khadijah, dan ini adalah langkah awal menuju kemitraan strategis berikutnya. Yaitu merger bisnisnya, dan pernikahan dengan Khadijah.

Di usia 25 - BUSINESS OWNER
beliau menikah dengan Khadijah dan memberikan 20 ekor unta + 12 ons emas sebagai mahar. Yang jika di hitung dengan nilai sekarang, tentunya bernilai ratusan juga rupiah. ini bukti bahwa beliau adalah orang yang sangat kaya di usia 25 tahun. Maharnya saja lebih dari setengah milyar jika dihitung dengan nilai sekarang. Menikahi orang kaya bukan berarti duduk santai. Rasulullah SAW justru makin giat usahanya sebagai laki laki yang bertanggung jawab.

Di usia 37 INVESTOR - KEBEBASAN FINANCIAL
beliau sudah tidah berdagang lagi dan hanya pemodal saja. Sudah bebas finansial di usia 37, subhanallah. Usia 37 beliau lebih peduli tentang masalah moral, sosial ekenomi masyarakat. Perdagangan ditinggalkan dan banyak menghabiskan waktu berkontemplasi di gua Hira.

Di usia 40 - REGULATOR DAN MOTIVATOR
beliau mendapatkan wahyu kenabian dan menyebarkan islam. Meluruskan moral dan akhlak. Tentunya tidak mudah menyebarkan Islam di awal masa kerasulan. Penentangan kekerasan fisik , beliau pernah ditawari harta berlimpah agar meninggalkan dakwah islam. Namun hal ini ditolaknya, karena uang bukanlah tujuan hidupnya. Harta bukan tujuan hidupnya, tapi kekuatan finansial tetap harus dimiliki agar bisa hidup mandiri.
BENAHI AKHLAQ DAN MORAL SELAMA PERIDE MEKKAH

Usia beliau 53 tahun BENAHI ATURAN SOSIAL DAN EKONOMI SELAMA PERIODE MADINAH
saat hijrah bersama para sahabat dan meninggalkan harta mereka di Mekkah. Rasulullah SAW dan para sahabatnya meninggalkan sebagian besar harta mereka di Mekah dan harus mulai kehidupan baru di Madinah. Start dari awal lagi di Madinah.

START DARI AWAL LAGI DI MADINAH

setelah membangun masjid, pasar pun didirkan di sebelahnya. ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi juga harus diperhatikan selain masalah ritual keagamaan dan sosial (persaudaraan muhajirin dan ashar)

sebelum pasar dibuka, PARA SAHABAT BUKAN SIBUK PROMOSI DAN LAUNCHING. TAPI MEREKA SIBUK BERTAUBAT, KARENA TAUBAT ADALAH SALAH SATU PINTU REJEKI.

income Rasulullah sebagai kepala negara adalah dari hasil peperangan, zakat, pajak dll yang sangat besar. tapi beliau pilih tetap hidup sederhana. di periode madinah ini banyak aturan muamalat yang turun; LARANGAN RIBA DAN POLA BISNIS YANG HARAM. Rasulullah sendiri bahkan meninjau langsung pasar dan menegur pedagang yang tidak jujur.

dalam kehidupan rumah tangga, Rasulullah berlaku adil bagi istri-istrinya. KEBERKAHAN HARTA LEBIH DIUTAMAKAN DARI PADA KEBERLIMPAHAN HARTA. yang penting bukan seberapa besar harta yang kita miliki, tapi seberapa banyak manfaat yang bisa diberikan dari harta tersebut.

di masa kejayaan, setelah memenangkan perang dan mendapatkan banyak sekali ghanimah, beliau sholat tanpa terganggu dengan tumpukan harta di belakangnya. selesai sholat, dibagikan harta itu sampai habis. hal ini ternyata bisa menjadi salah satu jalan dakwah, karena para pemimpin suku-suku kecil terkesima dengan sikapnya yang dermawan. diajaknya seluruh sukunya untuk masuk Islam setelah melihat keteladanan dari sang pembawa risalah..

beliau hibahkan harta untuk keluarga dan sedekah untuk dhuafa sebelum wafat dan tidak tinggalkan harta waris.
bahkan dalam masa sakirnya sebelum wafat, ia ingatkan anaknya agar segera menyedekahkan harta yang masih tersisa sebelum wafat.

SEMOGA KITA BISA MENELADANINYA..


dikutip dari BMT Permata.
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000912011287&sk=wall


Tidak ada komentar:

Posting Komentar