Sabtu, 30 Maret 2013

Earth Hour (hidup hemat)

Assalamualaikum...

Alhamdulillah Peduli Dhuafa mampu memiliki kesempatan untuk menyapa kalian lagi nih... Nah.. dalam artikel kita kali ini... kita akan menyoroti tentang aksi super di seluruh dunia yang baru saja diselenggarakan kemarin... EARTH HOUR...!!! yeeee!!! =D

Tau kan... acara yang jatuh pada tanggal 23 Maret kemarin itu ngapain aja... kalau masih bingung ini seklumit penjelasannya...

Apa itu EARTH HOUR ?

Earth Hour adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Earth Hour mulai digalakkan pada tanggal 31 Maret 2007. Dan pada tahun ini, Earth Hour dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2013 lalu.

Bagaimana ISLAM memandang aksi-aksi penghematan seperti layaknya EARTH HOUR???

Jauh sebelum WWF mencanangkan matikan lampu untuk penghematan energi, 1400 tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan ajaran yang sangat mulia.

عن جابر قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم وأغلقوا الأبواب وأوكوا الأسقية وخمروا الطعام والشراب - ولو بعود يعرضه

Dari Jabir Ra, rasulullah bersabda: “matikanlah lampu- lampu saat kalian tidur di malam hari, tutuplah pintu, rapatkanlah tempat air, tutupilah makanan dan minuman. Meskipun hanya dengan membentangkan sebatang kayu saja.” (HR. Imam Bukhari )

Sebagai seorang muslim, membudayakan mematikan lampu tidak hanya cukup 1 jam sekali dalam setahun, tetapi dilakukan setiap malam sebelum tidur. Bukan hanya sekadar menghemat energi atau peduli terhadap perubahan iklim dan pemanasan global, tetapi mengikuti ajaran mulia utusan Allah SWT sebagai bentuk rasa cinta kepada Allah dan kepada utusan-Nya.




Tidak hanya listrik, disisi lain dalam kitab Al-As’ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syar’iyyah, terdapat penjelasan berapa takaran air yang dibutuhkan ketika berwudhu.

Di situ diterangkan bahwa takaran air dalam berwudhu adalah satu mud (Satu mud = 1 1/3 liter – 2 liter).

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Anas, katanya,
“Adalah Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.” ) H.R. Muttafaq alaih.

Tapi dalam prakteknya, banyak sekali umat muslim di Indonesia yang mengaku beragama Islam terbanyak di dunia, tidak mengikuti sunnah Rasulullaah Shalallaahu alaihi wassalam tersebut. Ketika wudhu di mesjid, sering kita melihat orang mengucurkan air dari keran dengan kucuran yang besar sekali. Seolah-olah mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa berlebih-lebihan atau boros itu adalah perilaku yang disukai syaitan.

Islam sendiri dalam ajarannya mengamanatkan manusia untuk tidak berlebihan dalam sesuatu hal, yang artinya harus hidup hemat.

Prinsip muamalat dalam Islam sendiri mengajarkan bahwa manusia perlu menimbang baik-buruk serta manfaat-mudarat dalam melakukan sesuatu, termasuk mengkonsumsi energi listrik, air dan banyak hal lainnya yang tidak akan cukup dibahas dalam mading ini saja. Perlu dipahami secara arif bahwa penggunaan energi yang bijaksana, baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak bagi lingkungan yang jelas akan berdampak pula pada manusia. Pemahaman ini akan mesugesti manusia untuk dapat lebih bertanggung jawab.

Sumber: diambil dari berbagai sumber.