Assalamualaikum...
Alhamdulillah Peduli Dhuafa mampu memiliki kesempatan untuk menyapa kalian lagi
nih... Nah.. dalam artikel kita kali ini... kita akan menyoroti tentang aksi
super di seluruh dunia yang baru saja diselenggarakan kemarin... EARTH
HOUR...!!! yeeee!!! =D
Tau kan...
acara yang jatuh pada tanggal 23 Maret kemarin itu ngapain aja... kalau masih
bingung ini seklumit penjelasannya...
Apa itu EARTH HOUR ?
Earth Hour adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di
dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas,
praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan
lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada
setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Earth Hour mulai
digalakkan pada tanggal 31 Maret 2007. Dan pada tahun ini, Earth Hour
dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2013 lalu.
Bagaimana ISLAM memandang aksi-aksi penghematan seperti layaknya EARTH HOUR???
Jauh sebelum WWF mencanangkan matikan lampu untuk penghematan energi, 1400
tahun yang lalu Nabi Muhammad SAW telah menyampaikan ajaran yang sangat
mulia.
عن جابر
قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أطفئوا المصابيح بالليل إذا رقدتم وأغلقوا
الأبواب وأوكوا الأسقية وخمروا الطعام والشراب - ولو بعود يعرضه
Dari Jabir
Ra, rasulullah bersabda: “matikanlah lampu- lampu saat kalian tidur di malam
hari, tutuplah pintu, rapatkanlah tempat air, tutupilah makanan dan minuman.
Meskipun hanya dengan membentangkan sebatang kayu saja.” (HR. Imam Bukhari
)
Sebagai seorang muslim, membudayakan mematikan lampu tidak hanya cukup 1 jam
sekali dalam setahun, tetapi dilakukan setiap malam sebelum tidur. Bukan hanya
sekadar menghemat energi atau peduli terhadap perubahan iklim dan pemanasan
global, tetapi mengikuti ajaran mulia utusan Allah SWT sebagai bentuk rasa
cinta kepada Allah dan kepada utusan-Nya.
Tidak hanya listrik, disisi lain dalam kitab Al-As’ilah wa Ajwibah Al-Fiqhiyyah
Al-Maqrunah bi Al-Adillah Asy-Syar’iyyah, terdapat penjelasan berapa takaran
air yang dibutuhkan ketika berwudhu.
Di situ diterangkan bahwa takaran air dalam berwudhu adalah satu mud (Satu mud
= 1 1/3 liter – 2 liter).
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Anas, katanya, “Adalah
Rasulullah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi
(dengan takaran sebanyak) satu sha’ sampai lima mud.” ) H.R. Muttafaq
alaih.
Tapi dalam prakteknya, banyak sekali umat muslim di Indonesia yang mengaku
beragama Islam terbanyak di dunia, tidak mengikuti sunnah Rasulullaah
Shalallaahu alaihi wassalam tersebut. Ketika wudhu di mesjid, sering kita melihat
orang mengucurkan air dari keran dengan kucuran yang besar sekali. Seolah-olah
mereka lupa atau mungkin tidak tahu bahwa berlebih-lebihan atau boros itu
adalah perilaku yang disukai syaitan.
Islam sendiri dalam ajarannya mengamanatkan manusia untuk tidak berlebihan
dalam sesuatu hal, yang artinya harus hidup hemat.
Prinsip muamalat dalam Islam sendiri mengajarkan bahwa manusia perlu menimbang
baik-buruk serta manfaat-mudarat dalam melakukan sesuatu, termasuk mengkonsumsi
energi listrik, air dan banyak hal lainnya yang tidak akan cukup dibahas dalam
mading ini saja. Perlu dipahami secara arif bahwa penggunaan energi yang
bijaksana, baik secara langsung maupun tidak langsung memiliki dampak bagi
lingkungan yang jelas akan berdampak pula pada manusia. Pemahaman ini akan
mesugesti manusia untuk dapat lebih bertanggung jawab.
Sumber: diambil dari berbagai sumber.


